Dalam waktu dekat akan ada peluncuran cryptocurrency baru berbentuk
token buatan anak bangsa yaitu Vexanium. Setelah saya gali informasi
kesana kemari, akhirnya hari ini saya mendapatkan beberapa masukan
penting tentang vexanium. Walaupun belum banyak yang saya peroleh,
namun bisa memberikan gambaran tentang apa itu vexanium.
Apa Itu Vexanium? Apa Visi Misinya dan Siapa Pendirinya?
Memang saat artikel ini dimuat, situs resmi vexanium yang ada di vexanium.com belum
di launching ke publik sehingga belum ada informasi yang lebih mendalam
tentang proyek tersebut. Namun dari informasi yang saya gali dari
sumber lain, menurut saya cukup untuk menghilangkan rasa penasaran anda
tentang vexanium.
Secara luasnya yang bisa saya serap dari informasi tersebut adalah
vexanium sebagai platform yang menyediakan produk voucher serta penyedia
airdrop menggunakan teknologi blockchain. Pasalnya saat ini
perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang digital mulai
melirik teknologi blockchain yang dinilai lebih cepat dan lebih aman.
Visi misinya mungkin hampir sama dengan token Tokenomy yaitu untuk
jangka panjang, jadi bukan proyek yang didirikan hanya untuk sesaat.
Dari infromasi yang beredar dalam pembuatan proyek vexanium, sang
founder (pendiri) memang menggandeng Oscar Darmawan untuk masuk di dalam
teamnya sebagai Advisor. Oscar dinilai memiliki pengalaman yang matang
di dalam bidang cryptocurrency dan teknologi blockchain, dengan harapan
proyek vexanium akan sukses di pasaran.
Danny Baskara, CEO & Founder Vexanium
Sedangkan Founder sekaligus CEO Vexanium sendiri adalah Danny Baskara,
seorang entrepeneur muda yang selama ini lebih banyak malang melintang
di dunia bisnis e-commerce.
Dalam dunia e-commerce, Danny memiliki beberapa bisnis diantaranya :
CEO dan Founder PT Evoucher Indonesia
Danny Baskara sebagai CEO dan Founder PT Evoucher Indonesia (evoucher.co.id) yang merupakan produk e-commerce yang menyediakan voucher dan produk secara online dengan jangka waktu terbatas (time sale).
CEO dan Founder Delta Musik
Toko online deltamusik.com yang menjual berbagai peralatan musik juga merupakan miliknya.
Advisor PundiX
Danny juga memiliki peran di dalam perusahaan pundiX,
namun dia hanya sebagai Advisor bukan sebagai CEO maupun Founder.
PundiX juga merupakan produk token yang menggunakan teknologi
blockchain.
Dari beberapa data di atas saya rasa seorang Danny Baskara sudah sangat
berpengalaman dalam bidang e-commerce dan cryptocurrency. Sehingga dia
sendiri paham dalam bidang marketing, yang nantinya bermanfaat pada saat
lobi dengan perusahaan-perusahaan lain untuk melakukan kerjasama.
Kapan Penjualan Vexanium Dimulai?
Rencananya Vexanium akan mulai dijual dengan system ICO pada akhir bulan
Maret 2018, untuk tanggalnya kita menunggu informasi resmi pada saat
website sudah bisa diakses.
Untuk melakukan pembelian token vexanium langsung saja ke situs resminya disini. Untuk tahap pre ico, pembelian token vexanium minimal adalah 5 ETH.
Menurut informasi harga Vexanium pada saat tahap pre sale akan dihargai 1
ETH untuk 20.000 token vexanium. Jadi harga per tokennya tidak lebih
dari 1000 Rupiah atau tepatnya Rp 550,- jika mengacu pada harga ETH
saat ini yang berada di angka Rp 11.000.000,-.
Beberapa hari lalu, Vexaniummengumumkan
penambahan tiga penasehat baru. Ketiga penasehat tersebut berasal dari
para enterpreneur muda Indonesia. Dengan segmentasi pada loyalty program
yang lebih transparan menggunakan blockchain, tim Vexanium tampak makin
bersemangat pada proyeknya.
Edi Sulistyo dikenal sebagai seorang enterpreneur muda di bidang
teknologi. Pengalamannya selama ini telah banyak mendirikan beberapa
startup. Misalnya saja LOKET yang akhirnya diakuisisi oleh GO-JEK di
tahun 2017, dan eEvent yang juga diakuisisi oleh EnvisionPoin tahun
2013.
Tidak itu saja, Edi juga mendirikan OW.com yang diakuisisi oleh
Telepathy di tahun 2019, dan juga Kamus.net yang akuisisi Stand4 tahun
2018. Edi juga kerap menjadi penasehat di beberapa proyek ICO terkemuka
di Indonesia.
Jason Lamuda
Jason Lamuda dikenal sebagai Pendiri & CEO Berrybenka. Selain itu
Jason adalah salah satu Co-Founder di Groupon Indonesia. Enterpreneur
muda ini memang menggemari dunia e-commerce, terutama untuk di
Indonesia.
Berrybenka yang didirikan Jason adalah salah satu perusahaan e-commerce
fashion pertama dan terbesar di Indonesia. Selain mendirikan Berrybenka,
Jason juga mendirikan Orami dan Disdus.com. Perusahaan Orami adalah
perusahaan e-commerce dengan segmentasi produk-produk ibu dan bayi serta
rumah tangga lainnya di kawasan Asia Tenggara. Sedangkan Disdus.com,
diakuisisi oleh Groupon untuk menjadi Groupon Indonesia.
Joseph Aditya
Joseph adalah Pendiri dan CEO Ralali. Sebuah portal bursa B2B terbesar
di Indonesia. Aditya memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun di bidang
industri B2B pemasok produk dengan spesifikasi yang berbeda beda. Baik
untuk penjualan dan pemasaran, operasional, hingga manajemen strategis.
Banyaknya pengalaman yang telah didapat selama ini membuatnya cukup
bersemangat dalam menangani manajemen kepemimpinan, baik dalam hal
industri dan teknologi blockchain, maupun juga industri di bidang energi
terbarukan. Pada Ralali yang dipimpinnya, Joseph Aditya memimpin tim
dengan lebih dari 160 orang, dalam membangun platform pasar online B2B
#1 di Asia.
Penetrasi ponsel pintar di Indonesia yang kian luas, turut mendorong sejumlah perusahaan membuat loyalty program, baik berupa pointbelanja atau ataupun virtual gift melalui aplikasi mobile.
Hasilnya memang dirasakan efektif untuk menjaga loyalitas konsumen.
Namun demikian prinsip teknologinya masih sangat tradisional,
sentralistik dan kurang transparan. Berbasis di Singapura, Vexanium yang
dibesut oleh beberapa orang Indonesia ingin mengubah prinsip itu dengan
cara yang berbeda, yakni memanfaatkan teknologi blockchain.
Pangsa pasar E-commerce di Asia sangatlah besar, khususnya si Asia
Tenggara seperti Indonesia, Thailand dan Vietnam. Setidaknya nilainya
mencapai miliar dolar AS setiap tahunnya dan kian tumbuh cepat. Metode
kupon dan gift card masih diterapkan oleh perusahaan dan merchant untuk menjaga loyalitas konsumen dengan tujuan meningkatkan hasil penjualan. Namun demikian pasar e-commercemenghadapi banyak kesulitan, seperti membengkaknya biaya promosi, rendahnya lukuiditas kupon, baik di sisi merchant maupun konsumen.
“Dengan menggunakan platform Vexanium, perusahaan dapat membuat point dalam aplikasi loyalty program berupa
token digital yang dibuat dengan teknologi blockchain Achain yang kami
terapkan. Token digital dalam hal ini dapat ditentukan berapa jumlah
unit yang dikeluarkan dalam rentang waktu tertentu. Jadi, ada batasan
jumlah token atau pointyang dikeluarkan. Hal ini penting untuk menegaskan value yang dimiliki program tersebut dan termasuk nilai perusahaan/merchant yang membuatnya,” kata Danny Baskara Founder dan CEO Vexanium melalui pesan Telegram, Selasa (27/03/2018).
Kata Danny, kendati berwujud token digital berbasis blockchain, bukan berarti point tersebut
dapat dijual di pasar jual-beli aset digital. Point hanya dapat
digunakan dalam aplikasi yang ditukarkan produk tertentu, sebagaimana
aplikasi loyalty program lainnya. Hanya saja, pointtersebut
transparan yang dapat dipantau oleh semua partisipan, termasuk tentu
saja perubahan jumlah unitnya, karena telah memanfaatkan fitur smart contract.
“Bagi perusahaan yang ingin memanfaatkan platform Vexanium
dan ingin membuat token digital pada aplikasinya diharuskan membeli
sejumlah besar token digital Vexanium, yakni VEX, karena setiap
transaksinya memang menggunakan token tersebut, termasuk dalam fee transaksi,” papar Danny mantan CEO EVoucher Indonesia itu.
Dalam hal kampanye penjualan dan loyalty campaign dengan
ekosistem Vexanium, perusahaan cukup mendepositkan sejumlah token VEX
ke dalam platform. Token tersebut nantinya dapat didistribusikan kepada
komunitas VEX sebagai bentuk bonus atau airdrop kepada pelanggan yang terlibat dalam kampanye tersebut.
“Biasanya insentif demikian adalah imbalan kepada pelanggan dalam
aktivitas Cost Per Acquisition (CPA). Token tersebut nantinya juga dapat
ditukar menjadi kupon atau point yang
dapat digunakan pada aplikasi perusahaan,” kata Danny yang sudah
mengantongi kesepakatan dengan Tokenomy dan beberapa perusahaan lainnya,
setelah proses ICO selesai.